Tertawa Dalam Kesedihan

...

Pada tahun pertama saya di Thailand, saya sering pergi ke suatu desa dengan duduk di belakang truk kecil. Orang-orang tua duduk di tempat yang paling nyaman, tentu saja di depan. Saya dan para pemuda duduk berjejalan di bangku yang keras di bak belakang.

truk penumpang

Di atas bak belakang terdapat kerangka besi yang rendah, yang di atasnya dilapisi terpal untuk melindungi kami dari hujan dan debu. Seluruh jalanan adalah jalan tanah, tidak terpelihara. Ketika rodanya melintasi lubang, truk jatuh ke bawah dan orang-orang desa itu terlompat ke atas.

Jeduk !

Sudah beberapa kali kepala saya terbentur kerangka besi itu. Saya menyumpah setiap kali kepala saya terbentur-dalam bahasa Inggris tentunya, supaya orang-orang Thai itu tidak paham.

Namun anehnya ,ketika orang-orang desa dari Thai yang terbentur kepalanya, mereka hanya tertawa !

Saya tidak mengerti. Bagaimana mungkin anda bisa tertawa saat kepala anda sakit terbentur begitu keras ?

Mungkin, pikir saya,orang-orang itu sudah terlalu sering terbentur kepalanya sehingga sudah terjadi kerusakan permanen pada otak mereka.

Sebagai mantan ilmuwan, saya memutuskan untuk melakukan percobaan. Saya mencoba untuk tertawa, seperti halnya orang-orang itu, sewaktu kepala saya terbentur lagi, untuk mengetahui bagaimana rasanya.

Tahukah anda apa yg saya temukan ?

Saya menemukan bahwa jika anda tertawa ketika kepala terbentur, sakitnya berkurang banyak.

Tawa membuat hormon endorphin dilepaskan ke aliran daarah anda, yg merupakan pereda sakit alami. Hormon itu juga memperkuat sistem kekebalan tubuh anda untuk melawan infeksi.

Jadi, tertawa sewaktu anda kesakitan itu memang membantu. Jika anda masih tidak percaya, cobalah sendiri saat kepala anda terbentur.

Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa saat hidup ini menyakitkan, sakitnya berkurang kalau anda melihat sisi lucunya dan bisa tertawa.

oOo

Itulah mengapa Rosululloh bersabda :

“Sungguh ajaib urusan seorang mukmin, karena seluruh urusannya baik tidak terjadi kecuali hanya dimiliki seorang mukmin, apabila mereka mendapatkan kebaikan mereka bersyukur dan itu kebaikan untuknya dan apabila mereka ditimpah kesusahan mereka bersabar dan itu kebaikan untuknya.”
(HR. Muslim)

oOo

Jika anda mendapat peristiwa " goncangan & benturan " ingatlah kisah ini. untuk tetap tertawa dan optimis melewati perjalanan hidup anda hingga sampai tujuan .

oOo

Kudapat dari email teman yang udah lama, sambil bernostalgia buka2 file email, yang dikirimkan dari kumpulan kisah-kisah pembangun jiwa, yang ditulis oleh Budi Hidayat yang disadur dari kisah Ajahn Brahm. Semoga menginspirasi sobat Winking smile

 

pict from : floresbangkit

This entry was posted in , , , , , . Bookmark the permalink .

15 Responses to Tertawa Dalam Kesedihan

  1. Kalau kita mendapat musibah masih bisa bersyukur itu memang hebat berarti bisa mengambil hikmah. Awalnya menahan dulu dengan bersabar

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, g semua orang bisa bersyukur dalam musibah ^_^

      Hapus
  2. ma kasih bgt niih sharingan nya.

    BalasHapus
  3. wis tak benturno kepalaku di monitor sam, tapi aku kok malah nangis gara-gara loro jeh hehehe

    sip.. bersyukur dan tersenyum simpul saja ketika ada ujian, dan tetap optimis jika setelah ujian ada sebuah hikmah yang kita dapatkan.. aku rudit disik wis

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, eman om, eman monitore, ahahaha...

      Hapus
  4. kalau kita tertabarak trus kepala kita terbentur tiang listrik, motor kita jatuh ke jurang, apa dengan tertawa bisa hilang sakitnya kak ?? hhe

    BalasHapus
  5. semoga kita bisa seperti itu, cerita yang menginispirasi sekali!

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...