Tampilkan postingan dengan label cara cepat menjadi kaya. Tampilkan semua postingan

Pertanyaan yang Benar, Menghasilkan Jawaban yang Benar

Ilmu ke 17 nih sob. Kenapa orang takut dan mempunyai imajinasi yang salah? sering kali karena mereka bertanya dengan cara yang salah, akibatnya imajinasi yang salah keluar.

Contohnya: Ketika orang memulai bisnis, dia tahu bahwa dia suka sekali bisnis ini. Dia tahu sekali bahwa dia bisa belajar dan bahkan dia sudah belajar dari yang terbaik di bisnis ini. Tapi ketika dia mau melangkah.. Dia takut-takut. Kenapa kok dia takut? Kenapa kok dia membayangkan imajinasi yang salah, yang menakutkan? Karena dia seringkali di dalam otaknya bertanya sesuatu hal yang salah.

Contohnya: Dia bertanya “Kalo nanti gagal bagaimana yah? Kalo nanti ditipu bagaimana yah? Kalo nanti pengelolanya curang bagaimana yah?” Dengan pertanyaan-pertanyaan seperti ini, langsung keluar imajinasinya. “Kalo gagal gimana yah? Kalo rugi bagaimana yah? Akibatnya dia takut.”

Nah supaya imajinasi kita benar, bertanyalah dengan benar. Pertanyaan yang benar menghasilkan jawaban yang benar. Kita tanya kepada diri kita,” klo saya tidak mulai hari ini, ruginya apa? Kalo saya mulai hari ini, untungnya apa?” Supaya kemungkinannya berhasil lebih tinggi apa yang harus saya siapkan? Supaya kemungkinannya berhasil lebih tinggi siapa yang harus saya ajak kerjasama? Supaya kemungkinannya berhasil lelbih tinggi, apa yang harus saya pelajari terlebih dahulu?

Dengan pertanyaan-pertanyaan ini, jadi kita jauh lebih siap dan kitaa tetap berani melangkah. Ketakutan itu selalu akan ada, kekhawatiran itu akan selalu ada, keraguan akan selalu ada, kemalasan akan selalu ada. Tapi orang yang sukses, walaupun dia ragu-ragu, walaupun dia malas, walaupun dia khawatir, walaupun dia takut, dia tetap TAKE ACTION.

Dia tidak membiarkan ketakutannya menghentikan dia. Dengan ketakutan ini membuat kita jadi lebih waspada. Dengan cara bertanya seperti tadi akan mengakibatkan kita jadi jauh lebih siap, dan akhirnya kita jauh lebih sukses, bukannya menghentikan.

Contoh berikutnya “Tentang bagaimana pertanyaan akan membimbing kita, akan membawa hasil yang besar.”

Ketika saya mempunyai penghasilan sekian, misalnya sebut kata A rupiah. Saya selalu tanya: “Kalo saya bisa mencapai A dalam waktu satu tahun, kenapa tidak dalam 1 bbulan? Bagaimana caranya bisa mencapai A ini dalam waktu 1 bulan? Ketika A dalam 1 bulan saya challenge, saya tantang diri saya sendiri, bagaimana A ini saya bisa dapatkan dalam waktu 1 hari? caranya?”

Nah ketika otak kita dipaksa berpikir seperti itu, hasilnya akan sangat mengagumkan, keluarlah begitu banyaknya kreatifitas sehingga saya bisa mencapai apa yang saya hasilkan dalam waktu 1 tahun, sekarang bisa dihasilkan dalam waktu 1 hari.

Saya tanya,”Saya harus belajar apa? Siapa yang sudah bisa? Siapa yang punya penghasilan seperti ini? Kemudian siapa yang bisa membantu saya?”

Dengan pertanyaan-pertanyaan seperti ini. Mendadak saya menemukan partner-partner yang tepat, saya menemukan cara-cara yang tepat, saya menemukan ilmu-ilmu yang tepat.

jadi, Selalu Challenge (Tantang) diri Anda, Tanya untuk jadi lebih baik.

maintenance

Posted in , , , , , | 52 Comments

Ilmu ke-4 : Be, Do, Have !

Melanjutkan ilmu ke tiga kemaren, peluang ada di mana-mana, inilah ilmu ke 4 Para Milyader, yang telah terbukti sukses & digunakan oleh Orang-orang kaya di dunia ini : Be, Do, Have !

BE => Menjadi

DO => Melakukan

HAVE => Mempunyai

Banyak sekali orang yang langsung ingin kaya, ingin langsung Have, langsung mempunyai. Percaya tidak, kalau seseorang tidak Menjadi (Be) dulu dan Melakukan (Do) dahulu untuk kaya (Have), dan tiba-tiba langsung kaya, maka dia akan tetap miskin.

Kalau dia secara mental, mindset, tingkah lakunya, habitnya, atau do-nya adalah orang miskin walaupun sekarang kaya, maka dia akan tetap miskin juga. Contoh : Mike Tyson, seumur hidupnya dia membuat uang sekitar 300 Juta USD, tepatnya 312 Juta USD atau 3000 milyar rupiah. Ternyata baru umur 40 tahun, Mike Tyson sudah menyatakan bangkrut dan masih utang 35 Juta US atau 350 Milyar Rupiah.

Dia bisa Have, tapi kalau Do-nya atau action-nya atau habit-nya masih habit-nya orang miskin, dan Be-nya, dalam arti mindsetnya/ pola pikirnya : dia tidak menjadi orang kaya dulu dan kebiasannya adalah masih kebiasaan orang miskin, maka dia akan tetap miskin.

Orang-orang yang kaya dan mencerahkan, dia tahu persis bahwa dia perlu menjadi kaya dulu dalam pikiran dia, di dalam sikapnya sehari-hari, dalam tindakannya sehari-hari, baru dia benar-benar memiliki kekayaan tadi.

Sikap-sikap apa yang membuat kita menjadi kaya dan tindakan-tindakan apa yang membuat kita jadi kaya? Kita harus terus belajar. Banyak sekali.

orang kaya percaya diri

Contoh Be untuk menjadi kaya adalah upaya kita terus membuat Nilai Tambah tadi, dan kemudian habitnya habit orang kaya, dia selalu melakukan investasi-investasi di tempat yang tepat, bukannya konsumsi terus-menerus di tempat yang salah.

Contoh Do juga dengan mempunyai ilmu menunda kesenangan dan akhirnya nanti senang sekali, dan dia melakukan aset alokasi dan investasinya digulung terus dan ditambahkan lagi. Dengan Do seperti itu, berapapun income Anda sekarang, kalau Anda terus menyisihkan dalam sekian tahun kemudian, Anda pasti akan jadi kaya.

Tapi berapapun income Anda hari ini, ketika Anda konsumsi lebih dari yang Anda dapatkan, dan terus menerus melakukannya, pasti akhirnya Anda akan miskin.

Sekali lagi, Be : Jadilah, mempunyai sikap dan watak, cara berpikir orang-orang yang kaya kemudian lakukan tindakan-tindakan dan lakukan juga kebiasaan-kebiasaan orang menjadi kaya, baru kita bisa memiliki kekayaan tadi dengan aman & terus berkembang.

.

.

pict from : ayahbunda

Posted in , , , , , , | 9 Comments
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...